Tipe Pemimpin Masa Depan di Kampus

Standard

Saya mencoba untuk mengklasifikasikan calon ketua berdasarkan kepentingan politik dari para calon ketua umum Himpunan Mahasiswa Jurusan atau HMJ menjadi dua. Pertama merujuk kepada asumsi bahwa politik adalah KEKUASAAN. Dalam hal ini, perilaku politik mahasiswa yang berkenaan dengan pemilihan itu merupakan salah satu upaya mahasiswa untuk memperoleh kekuasaan. Kedua merujuk kepada kekuasaan dimaknai sebagai sarana untuk melakukan perubahan.

Pada klasifikasi yang pertama, mahasiswa yang mencalonkan diri untuk menjadi Ketua HMJ adalah mahasiswa yang ada maunya dan ditunggangi oleh kepentingan politik suatu golongan. Mahasiswa tersebut hanya mementingkan kepentingan dari suatu kaum atau golongan untuk memperoleh kekuasaan, padahal kekuasaan yang ingin ia peroleh hanya karena doktrin dari pendahulu. Tipe calon pemimpin yang seperti ini menurut Lord Acton akan menimbulkan peluang untuk bertindak korup. “Power tends to corrupt, but absolute power corrupts absolutely”.

Sedangkan pada klasifikasi yang kedua yaitu merujuk kepada kekuasaan yang dimaknai sebagai sarana untuk melakukan perubahan. Tipe pemimpin yang seperti ini sudah mempunyai agenda dan perencanaan yang matang dari jauh-jauh hari, ia belajar dari pengalaman. Kemudian dari pengalaman itu ia evaluasi, sehingga ia dapat mengetahui kesalahan-kesalahan apa saja yang telah terjadi. Setelah itu ia akan memastikan bawha kesalahan itu tidak akan terulang pada masa kepemimpinannya mendatang. Ia tidak pernah merasa ditunggangi oleh suatu golongan yang memiliki kepentingan tertentu, sehingga ia dengan bebas dapat mengambil keputusan yang bermanfaat bagi masyarakatnya secara tegas. Dengan demikian, tipe pemimpin seperti ini akan membawa perubahan dan dampak yang positif terhadap suatu organisasi. Melalui rancangan-rancangan program kerja yang telah ia buat untuk melakukan perubahan.

Salah satu modal utama untuk menjadi calon pemimpin adalah KOMITMEN. Dalam hal ini adalah janji yang telah ia ucapkan. Saya berasumsi bahwa “Mulutmu adalah Harimau mu”, maksudnya adalah Jika suatu perjanjian yang telah disepakati bersama itu dilanggar, maka pemimpin tersebut 0. Ia tidak memiliki komitmen yang baik. Jika hal ini sudah tercermin sejak dini, maka niscaya ia tidak akan tenang apabila ia memang terpilih menjadi ketua HMJ.

Mahasiswa tidak harus selalu menjadi aktor politik. Mahasiswa dapat terlibat proses politik melalui partisipasi politik. Itulah keikutsertaan mahasiswa dalam berbagai proses politik, yang tak hanya berarti mendukung keputusan atau kebijakan, tetapi juga terlibat dalam segala tahap kebijakan, dari pembuatan dan penilaian keputusan, hingga ikut serta dalam pelaksanaan keputusan.

Sebuah catatan dalam keinginan untuk melangkah lebih baik.

Arsitektur Unila

Advertisements

Pelantikan Presidium Himpunan Mahasiswa Arsitektur (HIMATUR) Unila Kepengurusan 2016/2017

Standard

Telah dilaksanakan Pelantikan Pengurus HIMATUR 2016/2017 pada Rabu, 10 Agustus 2016, dimana tradisi ini merupakan sebuah ceremonial event, sebagai salah satu puncak rangkaian pelaksanaan Rapat Umum Tahunan Himpunan Mahasiswa Teknik Arsitektur (HIMATUR) Unila, yang dilaksnakan selama 3 hari yang pada saat itu dimulai pada Jum’at 29 Juli 2016.

Dalam format awal ini telah dilantik beberapa Mahasiswa sebagai pegurus inti atau biasa di sebut Presidium juga sebagai tim formatur dalam penyusunan keanggotaan dalam kepengurusan Himpunan Mahasiswa Teknik Arsitektur periode 2016/2017.

Beberapa mahasiswa tersebut, didasarkan hasil musyawarah dalam Rapat Umum Tahunan, dianggap dan di percaya mampu untuk mengemban tugas untuk melanjutkan keberlangsungan Himpunan Mahasiswa Teknik Arsitektur, Unila ini kedepannya. Adapun nama-nama yang terpilih diantaranya :

  1. Triyando Gustama Putra, sebagai Ketua Himatur 2016/2017
  2. Arif Arrachman, sebagai Wakil Ketua Himatur 2016/2017
  3. Ditha Halimah Aprilia, sebagai Bendahara Umum Himatur 2016/2017
  4. Arie Achmad Rizki, sebagai Sekretaris Umum Himatur 2016/2017

Acara Pelantikan ini juga di hadiri Oleh Gubernur Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknik serta jajarannya, Para Ketua Himpunan Mahasiswa yang berada pada Fakultas Teknik Unila beserta jajarannya dan juga di hadiri oleh Ketua Program Studi hingga jajaran Dosen pada Program Studi Arsitektur Unila.

Sebuah harapan besar semoga dengan peralihan jajaran kepemimpinan dalam Himpunan Mahasiswa ini akan mampu memberikan kebersamaan dalam satu Teknik Arsitektur dalam memperbaiki diri, mengembangkan sayap, dan bahkan menjadi wadah komunikasi yang baik antara civitas internal akademis Arsitektur Unila, antara civitas dalam tataran Universitas, hingga pada tataran antar Universitas di seluruh nusantara terutama dalam keilmuan yang sama, dan diharapkan juga mampu memberikan konstribusi positif pada pembangunan Keilmuan Arsitektur bagi Bangsa. Amiin.

“Form & Function Should be One, Joined in Spiritual Union” (Frank Lloyd Wright)

PROSESI PELANTIKAN PRESIDIUM HIMATUR 2016/2017

PROSESI PELANTIKAN PRESIDIUM HIMATUR 2016/2017

FOTHO BERSAMA DENGAN GUBERNUR BEM DAN PARA KETUA HIMA DI LUNGKUNGAN FAKULTAS TEKNIK UNILA

FOTHO BERSAMA DENGAN KETUA PRODI DAN DOSEN-DOSEN ARSITEKTUR UNILA